Autisme, Pengertian dan Definisinya

September 13, 2011

AutismeAutisme, Pengertian dan Definisinya. Autisme berasal dari kata auto yang berarti sendiri. Penyandang Autisme seakan-akan hidup di dunianya sendiri. Istilah Autisme baru diperkenalkan sejak tahun 1943 oleh Leo Kanner, sekalipun kelainan ini sudah ada sejak berabad-abad lampau (Handojo, 2003).

Kartono (2000) berpendapat bahwa Autisme adalah gejala menutup diri sendiri secara total, dan tidak mau berhubungan lagi dengan dunia luar keasyikan ekstrim dengan fikiran dan fantasi sendiri.

Supratiknya (1995) menyebutkan bahwa penyandang autis memiliki ciri-ciri yaitu penderita senang menyendiri dan bersikap dingin sejak kecil atau bayi, misalnya dengan tidak memberikan respon ( tersenyum, dan sebagainya ), bila di ‘liling’, diberi makanan dan sebagainya, serta seperti tidak menaruh perhatian terhadap lingkungan sekitar, tidak mau atau sangat sedikit berbicara, hanya mau mengatakan ya atau tidak, atau ucapan-ucapan lain yang tidak jelas, tidak suka dengan stimuli pendengaran ( mendengarkan suara orang tua pun menangis ), senang melakukan stimulasi diri, memukul-mukul kepala atau gerakan-gerakan aneh lain, kadang-kadang terampil memanipulasikan obyek, namun sulit menangkap.

Kartono (1989) berpendapat bahwa Autisme adalah cara berpikir yang dikendalikan oleh kebutuhan personal atau diri sendiri, menanggapi dunia berdasarkan penglihatan dan harapan sendiri dan menolak realitas, oleh karena itu menurut Faisal Yatim (2003), penyandang akan berbuat semaunya sendiri, baik cara berpikir maupun berperilaku.

Autisme adalah gangguan yang parah pada kemampuan komunikasi yang berkepanjangan yang tampak pada usia tiga tahun pertama, ketidakmampuan berkomunikasi ini diduga mengakibatkan anak penyandang autis menyendiri dan tidak ada respon terhadap orang lain (Sarwindah, 2002).

Yuniar (2002) menambahkan bahwa Autisme adalah gangguan perkembangan yang komplek, mempengaruhi perilaku, dengan akibat kekurangan kemampuan komunikasi, hubungan sosial dan emosional dengan orang lain, sehingga sulit untuk mempunyai ketrampilan dan pengetahuan yang diperlukan sebagai anggota masyarakat. Autisme berlanjut sampai dewasa bila tak dilakukan upaya penyembuhan dan gejala-gejalanya sudah terlihat sebelum usia tiga tahun.

Yuniar (2002) mengatakan bahwa Autisme tidak pandang bulu, penyandangnya tidak tergantung dari ras, suku, strata-ekonomi, strata sosial, tingkat pendidikan, geografis tempat tinggal, maupun jenis makanan. Perbandingan antara laki-laki dan perempuan penyandang Autisme ialah 4 : 1.

Dari keterangan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Autisme adalah gejala menutup diri sendiri secara total, dan tidak mau berhubungan lagi dengan dunia luar, merupakan gangguan perkembangan yang komplek, mempengaruhi perilaku, dengan akibat kekurangan kemampuan komunikasi, hubungan sosial dan emosional dengan orang lain dan tidak tergantung dari ras, suku, strata-ekonomi, strata sosial, tingkat pendidikan, geografis tempat tinggal, maupun jenis makanan.

Artikel Autisme, Pengertian dan Definisinya pertama kali diterbitkan dunia psikologi pada 13 Desember 2008.

15 Comments

zaiku on July 14, 2009 at 6:54 pm.

saya rasa seorang authis dapat disembuhkan,oleh sebab itu,saya bertanya?bagaimana penyembuhan authis tersebut.

Reply

Andy MSE on October 13, 2009 at 11:52 am.

artikel yang sangat bermanfaat.
mohon ijin untuk menyadur tulisan di atas tentu saja dengan mencantumkan sumbernya…
*kami tunggu jawabannya*
terimakasih sebelumnya…

Reply

karmelina on March 31, 2010 at 7:29 pm.

artikel yg b’maanfaat u/ saya krn jujur saya ingin sekali mendalami prilaku ank autis

Reply

tammy on April 4, 2010 at 11:24 am.

thank’s for the info……..

Reply

makino on June 9, 2010 at 7:50 pm.

autis cenderung memiliki muka yg sama tidak?

Reply

makino on June 9, 2010 at 7:55 pm.

arigato ne.

Reply

dina on November 13, 2010 at 11:44 am.

thanks a lot..

Reply

deedeee on December 20, 2010 at 5:58 am.

mohon bantuan informasi buku, skrip, artikel,tentang tahapan pengenalan angka, huruf, benda dan penyamaan benda memakai kartu bergambar, tahap2 pembelajaranya, misalnya hrs dimulai dari berapa kartu…tingkat tahapannya dr yg mudah sampai sulit (sumber mohon dicantumkan terimakasih )

Reply

Ary on April 1, 2012 at 3:37 pm.

sama sajakan jika saya mengartikan autis adalah gangguan perkembangan pada anak usia 3 tahun atau kurang dalam bidang perilaku, komunikasi dan interaksi sosialnya,,,
terimakasih infonya,,

Reply

kinoy on May 1, 2012 at 4:11 am.

copy ya ganaannnnnnnnn………..

Reply

agustina on September 6, 2012 at 4:06 am.

Kalau orang dewasa berperilaku asyik dgn angan2 dan dunianya sendiri, apakah mereka juga autis?

Reply

dadi cahyadi on January 21, 2013 at 8:01 am.

artikel yang sangat berguna bagi semua orang!
bagaimana cara merubah autis dalam diri sendiri?

Reply

Risa on January 19, 2014 at 4:15 am.

apa orang dewasa juga bisa terkena autis?

Reply

nomor cantik on April 5, 2014 at 8:00 am.

apa klo anak yg tidak bisa diam termasuk autis ya ?

Reply

susie on May 22, 2014 at 10:52 pm.

Trm ksh tulisannya sangat bermanfaat. Lebih oke lg kl ditambah ” penyebab autis , cara terapi autis”

Reply

Leave Your Comment

Your email will not be published or shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



Menanggapi gosip : teori persepsi pada psikologi : www wanita lesbi com : autisme artinya : pengertian masalah internal dan eksternal :