Hipnotis; Pengertian dan Manfaatnya

July 31, 2012

Hipnotis, mungkin sebagian besar dari kita langsung teringat soal seseorang yang bisa menyulap sesuatu menjadi sesuatu yang lain, ilmu hitam atau anda ingat penjahat yang memiliki ilmu gendam untuk mencopet seseorang? Yah begitulah fakta yang berkembang di masyarakat kita. Dunia psikologi tidak hendak membahas gendam apalagi cara mendapatkan uang lewat gendam, Naudzubillah…

Hipnotis

Sejarah

Apa sebenarnya hipnotis? Tidal afdhal rasanya jika belajar sesuatu tanpa membaca sejarahnya. Namun jika anda malas membacanya anda bisa langsung baca sub berikutnya.

Klik Show Untuk Sejarah Hipnotis

Pada kajian ilmu pengetahuan ilmiah, kata yang sering dipakai adalah Hipnosis (Hypnosis) bukan Hipnotis. Hipnosis adalah terminologi yang baru digunakan pada awal 1900an. Sedangkan kata Hipnotisme (Hypnotism) adalah terminologi yang pertama kali diperkenalkan oleh ahli bedah asal Skotlandia, James Braid pada tahun 1841. Braid mendefinisikan term hipnotisme sebagai sebuah cara khusus yang diterapkan pada keadaan subjek (klien), bukan pada teknik yang diterapkan oleh sang terapis. Dengan kata lain hipnotis berfokus pada pengelolalan kondisi subjek (klien) oleh terapis, bukan suatu kemampuan khusus yang dimiliki oleh terapis.

Pada awal kumunculannya, Hipnotis ala Braid banyak terinspirasi oleh meditasi yoga yang dilakukan oleh umat hindu dan mempelajari praktek-praktek spiritual kuno. Braid sendiri menulis buku yang hingga saat ini dijadikan rujukan baik meditasi maupun teknik hipnotis hampir di seluruh dunia, buku yang berjudul Neurypnology (1843). Sub bab yang populer “Magic, Mesmerism, Hypnotism, etc., Historically & Physiologically Considered”, bercerita tentang analogi teknik hipnotis yang dijalankannya dengan meditasi umat hindu. Braid dengan pintar menjelaskan bagaimana teknik meditasi berpengaruh terhadap fisiologi manusia (sebelum psikologi muncul, Braid menggunakan term Fisiologi ;Physiology, yakni ilmu yang mempelajari fungsi dari sistem kehidupan manusia).

Braid menjelaskan bahwa teknik meditasi hindu dan praktek spiritual india kuno ternyata dapat menyembuhkan seseorang yang sakit saat berada di kuil. Meditasi dianggap membawa seseorang ‘tidur secara tenang’. Ketenangan ini kemudian memberikan sugesti dalam menyembuhkan seseorang yang sakit. Teknik ini ternyata juga ditemukan di kebudayaan mesir kuno dan yunani.

Pada perkembangannya James Braid menyederhanakan term Hypnotism (Hipnotis) menjadi Hypnosis (Hipnosis). Hypnosis (Hipnosis) sendiri adalah kata yang diambil dari bahasa yunani yang berarti sleep/tidur. Setelah kematian Braid di tahun 1860, minat terhadap hipnotisme sementara menyusut, dan secara bertahap bergeser dari Inggris ke Perancis, di mana penelitian mulai tumbuh, mencapai puncaknya sekitar tahun 1880-an dengan karya dari Hippolyte Bernheim dan Jean-Martin Charcot.

Memasuki abad ke 20 semakin banyak yang menekuni hipnosis, antara lain Emile Coué, Boris Sidis, Johannes Schultz, Gustav Le Bon, Sigmund Freud, Pavlov, Clark L. Hull, dsb.

Apa itu Hipnotis (Hypnosis)?

Definisi terbaru dari hipnosis, berasal dari kalangan akademisi psikologi, pada tahun 2005, yaitu oleh Society for Psychological Hypnosis, sebuah divisi kerja dari American Psychological Association (APA), yaitu sebagai berikut:

Hipnosis adalah teknik terapi dimana clinicians (ahli psikologi, dokter, dsb) membuat saran/sugesti kepada individu yang telah menjalani prosedur yang dirancang agar santai dan fokus pada pikiran mereka.

Hypnosis melibatkan pengenalan prosedur di mana subjek diberi tahu bahwa saran/sugesti imajinatif yang disajikan. Bila menggunakan hipnosis, satu orang (subjek) dipandu oleh peng-hipnotis (the hypnotist) yang memberikan saran/sugesti degan tujuan perubahan pengalaman subyektif, perubahan persepsi, sensasi, pikiran emosi, atau perilaku. Jika subjek merespon saran/sugesti dari peng-hipnotis (the hypnotist), secara umum disimpulkan bahwa hipnosis telah berhasil.

Meskipun hipnosis menjadi kontroversi dalam ilmu pengetahuan, kebanyakan dokter atau psikologi setuju bahwa hipnosis bisa menjadi teknik terapi yang efektif untuk berbagai kondisi, termasuk gangguan nyeri, gelisah dan suasana hati. Hipnosis juga dapat membantu orang mengubah kebiasaan mereka, seperti berhenti merokok.

Manfaat dan Pengaruh menggunakan Hipnosis

Pengaruh hipnosis dapat bervariasi dari satu orang ke orang yang lain. Beberapa individu yang terhipnotis merasa relaks/relaksasi yang tinggi saat kondisi hipnosis, sementara yang individu yang lain merasakan bahwa tindakan mereka terjadi di luar kesadaran mereka. Namun ada juga individu yang tetap sepenuhnya sadar dan mampu melakukan percakapan pada saat di bawah hipnosis.

Penelitian Ernest Hilgard menunjukkan bagaimana hipnosis dapat digunakan untuk mengubah persepsi individu secara dramatis. Hilgard memerintahkan individu yang terhipnotis untuk tidak merasa sakit/kedinginan pada lengannya saat dicelupkan kedalam air es. Individu yang terhipnotis mampu mencelupkan lengan mereka di air es selama beberapa menit tanpa mengalami rasa sakit/kedinginan. Sementara individu tidak-terhipnotis, menarik lengan mereka dari air es beberapa detik karena merasa kedinginan (Hilgard, E. R., 1986).

Apa saja yang manfaat Hypnosis? Dalam keadaan perang, hipnosis digunakan untuk ‘menghilangkan’ rasa sakit tentara yang hendak diamputasi. Menurut Brendan L. Smith (2011), Hipnosis dapat membuat kondisi yang sangat santai, konsentrasi batin dan perhatian terfokus pada diri pasien. Hipnosis juga dapat disesuaikan dengan metode pengobatan yang berbeda, seperti terapi kognitif-perilaku. Pasien yang dihipnosis juga dapat menjadi lebih berdaya dengan belajar untuk menghipnotis diri (self hypnosis) di rumah untuk mengurangi rasa sakit yang dideranya, meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi beberapa gejala seperti depresi dan kecemasan.

Berikut ini adalah beberapa manfaat lain hipnosis yang telah dibuktikan dengan penelitian :

  1. Relaksasi untuk pasien sakit kronis seperti rheumatoid arthritis.
  2. Pengobatan dan pengurangan rasa sakit selama melahirkan.
  3. Pengurangan gejala demensia (kehilangan kemampuan kognitif global).
  4. Hypnotherapy dapat membantu untuk pasien ADHD (Attention deficit hyperactivity disorder; gangguan perkembangan).
  5. Pengurangan mual dan muntah pada pasien kanker pada saat menjalani chemotherapy.
  6. Mengontrol rasa sakit selama prosedur pengobatan gigi.
  7. Teknik perbantuan yang digunakan dalam pengobatan penyakit kulit, termasuk kutil dan psoriasis.
  8. Pengentasan gejala asosiasi dengan Irritable Bowel Syndrome.

Banyak lagi manfaat dari Hipnosis, seperti terapi merokok. Dalam International Journal of Clinical and Experimental Hypnosis, Vol. 48, No 2 tahun 2000, Green and Lynn menganalisis 59 studi tentang pengaruh hipnosis dan berhenti merokok. Hipnosis lebih berhasil daripada tidak ada perawatan dan metode konvensional lainnya.

Apakah hipnosis berbahaya? Sama sekali tidak. Hipnosis bukan prosedur yang berbahaya, tetapi komplikasi bisa saja terjadi akibat prosedur yang salah, sehingga menyebabkan kesalahan persepsi pada pihak yang terhipnotis.

Rujukan :
*Hilgard, E. R. 1986. Divided consciousness: Multiple controls in human thought and action. New York: Wiley.
*Brendan L. Smith. 2011. Hypnosis Today. American Psychological Association. Monitor on Psychology. January 2011, Vol 42, No. 1
*http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_hypnosis
*http://en.wikipedia.org/wiki/Hypnosis
*International Journal of Clinical and Experimental Hypnosis Vol. 48, No 2. 2000. http://ijceh.com/content/view/169/81/

1 Comment

Hendrik on September 11, 2013 at 6:31 am.

bukankah pikiran bawah sadar mngabaikan kata tidak bgmn terapis bsa berhasil dgn sugesti tidak merasa sakit, apa ini metode lanjutan yg berbeda dgn pnggunaan bahasa (sperti artikel lain dhlmn ini) maaf saya pemula yg ingin tau :)

Reply

Leave Your Comment

Your email will not be published or shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



faktor yang mempengaruhi persepsi : sindrom depresi : manfaat tertawa dan senyum dalam kehidupan kita : teori sikap dan prasangka dalam ilmu psikologi umum : Arti istilah dorongan dan motif :