Kecerdasan Emosi dalam Pekerjaan

September 1, 2011

Kecerdasan EmosiKecerdasan Emosi dalam Pekerjaan. Dunia kerja kelebihan orang- orang yang mempunyai kecerdasan tinggi dibandingkan orang lain tercermin dari beberapa fakta berikut ini: Pada posisi yang berhubungan dengan banyak orang, lebih sukses bekerja. Terutama karena lebih berempati, komunikatif, lebih tinggi rasa humornya, dan lebih peka akan kebutuhan orang lain ; Para salesman, penyedia jasa, atau professional lainnya yang mempunyai kecerdasan emosi tinggi nyatanya lebih disukai pelanggan, rekan sekerja dan atasannya.

Para salesman lebih bisa menyeimbangkan rasio dan emosi. Tidak terlalu sensitif dan emosional, namun juga tidak dingin dan terlalu rasional. Pendapatnya mereka dianggap selalu obyektif dan penuh pertimbangan; menanggung stress yang lebih kecil karena bisa dengan leluasa mengungkapkan perasaan, bukan memendamnya. Mampu memisahkan fakta dengan opini, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh gosip, namun berani untuk marah jika merasa benar; Berbekal kemampuan komunikasi dan hubungan interpersonal yang tinggi selalu lebih mudah menyesuaikan diri karena fleksibel dan mudah beradaptasi; saat orang lain menyerah, mereka tidak putus asa dan frustrasi, justru menjaga motivasi untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan.

Ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan sebagai langkah awal guna meningkatkan kecerdasan emosi di tempat kerja. Dua ahli EQ (Emotional Quotient), Salovey & Mayer (1990) – pengembang konsep EQ, jauh sebelum Goleman – merangkumnya menjadi lima aspek berikut ini : a. kesadaran diri (self awareness), b. mengelola emosi (managing emotions), c. memotivasi diri sendiri (motivating oneself), d. empati (emphaty) dan e. menjaga relasi (handling relationship). Seperti halnya Peter dan Salovey, pada mulanya Daniel Goleman pun menyebut 5 dimensi guna mengembangkan kecerdasan emosi yaitu a. Penyadaran Diri, b. Mengelola Emosi, c. Motivasi Diri, d. Empati dan e. Ketrampilan Sosial.

Dalam buku terbarunya yang membahas kompetensi EQ, “The emotionally Intelligent Workplace” Goleman menjelaskan bahwa perilaku EQ tidak bisa hanya dilihat dari sisi setiap kompetensi EQ melainkan harus dari satu dimensi atau setiap cluster-nya. Kemampuan penyadaran sosial (social awareness) misalnya tidak hanya tergantung pada kompetensi empati semata melainkan juga pada kemampuan untuk berorientasi pelayanan dan kesadaran akan organisasi. Dikatakannya pula ada kaitan antara dimensi EQ yang satu dengan lainnya. Jadi tidaklah mungkin memiliki ketrampilan sosial tanpa memiliki kesadaran diri, pengaturan diri maupun kesadaran sosial.

Rujukan buku :
Goleman, Daniel. 1997. Emotional Intelligence. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

Artikel Kecerdasan Emosi dalam Pekerjaan pertama kali diterbitkan dunia psikologi pada 19 November 2008.

4 Comments

ovie on October 13, 2009 at 11:33 am.

saya minta bantuannya boleh??
ketrampilan sosial ada 8 aspek,yang saya mo tanya ada di buku apa aspek ketrampilna sosial tersebut,atas bantuannya saya ucapin terima kasih, tolong kirim ke ameil saya aja ya, saya mhsswi psikologi yang lagi nyari judul,bingung nee…..tolongin ya……………..

Reply

Helboy on November 16, 2009 at 5:56 am.

saya nanti kedepannya menjadi physical therapy yang lebih dari 90 % akan kontak dengan manusia, jadi sikap yang harus saya kembangkan bagaimana?

Reply

ilmupsikologi on December 15, 2009 at 8:21 pm.

saya sepakat dengan artikel ini karena kesuksesan bukan hanya bermodal dari kecerdasan intelektual, akan tetapi juga dari kecerdasan interpersonal dan kecerdasan emosional….

Reply

PsychologyOnline on March 12, 2010 at 6:31 am.

memang sih di dunia kerja sangat keras. kadang terbawa emosi, pengen ngambek bawaanya, blm lagi kalau bawahan kita umurnya diatas kita, trus ga nurut sama kita Y_Y ampuun, sepertinay buku ini condong di ESQ ya?

Reply

Leave Your Comment

Your email will not be published or shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



penyebab perselinghuhan : apakah arti mimpi yang berlanjut : arti dari alis tebal : definisi emosi : rahasia menarik materi :